“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

(dikutip dari Alkitab Perjanjian Baru Injil Markus Pasal 16 ayat 16-18, penerbit Lembaga Alkitab Indonesia untuk The Gideons International)

Pastor Meninggal Karena Gigitan Ular Derik.
========================================

pastor mati digigit ular

Oleh: Julia Dulin
Mack Wolford, pastur flamboyan gereja Pantekosta dari Virginia Barat yang bakat menangani ularnya pernah dimuat November tahun lalu di The Washington Post Magazine, berharap misa luar ruang-nya yang direncanakan akan digelar hari Minggu di sebuah taman umum yang diisolasi akan menjadi “acara reuni seperti dulu kala”, penuh orang yang saling berbincang, menjinakkan ular, dan “bersenang-senang”. Tapi ternyata acara kumpul-kumpul tersebut tidak menjadi seperti apa yang ia harapkan.

Alih-alih, Wolford yang sehari sebelumnya baru berulang tahun ke 44, digigit oleh ular derik yang dipeliharanya selama bertahun-tahun. Ia meninggal hari Minggu lalu.
Mark Randall “Mack” Wolford dikenal di seluruh daerah Appalachia sebagai pemberani yang penuh keyakinan. Dirinya percaya bahwa Bibel memerintahkan orang-orang Kristen menangani ular sebagai cara menguji keyakinan mereka pada Tuhan—dan jika mereka digigit, mereka yakin bahwa keyakinan mereka pada Tuhan saja sudah cukup untuk menyembuhkan.

Dia dan kawan-kawannya seringkali mengutip Markus 16:17-18 sebagai dasar praktik tersebut, “Dan tanda-tanda akan mengikuti mereka yang percaya; di dalam nama-Ku mereka akan mengusir setan; mereka akan bicara dengan lidah-lidah baru; mereka akan menaklukkan ular; dan jika mereka meminum sesuatu yang mematikan, itu tidak akan membahayakan mereka sedikitpun; mereka akan meletakkan tangan-tangan mereka di atas orang-orang yang sakit, dan akan sembuhlah mereka.”

Wolford, anak dari seorang pawang ular—yang juga tewas tergigit ular pada 1983—ini semasa hidupnya berusaha melestarikan praktek ini di Virginia Barat yang melegalkannya, dan juga di negara bagian tetangga yang melarangnya. Ia adalah tipe orang yang disenangi wartawan—artikulatif, ramah, dan memberikan apresiasi terhadap sorotan media. Berbeda dengan pastur pentakosta penakluk ular lainnya yang menarik diri dari kejaran para wartawan, Wolford justru melibatkan mereka dalam ekspedisi perburuan ular.
Kejadian naas hari Minggu lalu diawali sebagai misa luar ruangan siang hari yang menyenangkan di Panther Wildlife Management Area, sebuah taman negara bagian yang terletak sekitar 80 mil sebelah barat Bluefield, Virginia Barat. Beberapa hari sebelumnya, Wolford telah menulis beberapa ajakan di Facebook untuk meminta orang-orang hadir di acara tersebut.
“Saya mencari waktu yang menyenangkan hari Minggu ini,” tulisnya pada 22 Mei. “(Acara tersebut) akan jadi seperti reuni masa lalu saat kami dibesarkan di mana ada banyak teriakan dan berlari-lari di daerah pegunungan. Roh Kudus menempatkan kata-kata di lidah memberi pertanda bagi mereka yang percaya.”

“Pujilah Tuhan dan operkan ular derik itu, saudara.” Tulisnya pada 23 Mei. Ia juga mengundang keluarga besarnya yang sebagian besar sudah berhenti menjadi pawang ular untuk datang ke taman tersebut.

“Pada satu atau beberapa waktu yang lampau, kami menjinakkan ular, tapi sekarang sudah tidak lagi.” Kata adik perempuannya, Robin Vanover hari Senin. “Dia berulang tahun hari Sabtu, dan dia hanya ingin berkumpul dengan saudara-saudaranya di gereja.”
Dan begitulah mereka kemudian memulai acara mereka dengan pujian dan kidung. Sekira 30 menit setelah acara dimulai, Wolford mengoper seekor ular derik kayu berwarna kuning kepada salah satu anggota gereja dan ibunya.
“Dia meletakkan ular itu di atas tanah,”kata Robin, “Ia duduk di samping ular itu, lalu ular itu menggigitnya di paha.”
Seorang petugas penjaga taman yang tak memiliki kewenangan untuk memberikan pernyataan resmi, mengatakan bahwa pihak penjaga taman tidak tahu aktifitas Wolford. “Seandainya kami tahu ia punya hewan beracun, kami tidak akan mengizinkan.” Kata si Petugas.
Acara tersebut terhenti tak lama setelah Wolford tergigit, dan ia dibawa ke rumah salah satu kerabatnya di Bluefield untuk pemulihan, sebagaimana biasanya saat ia tergigit ular. Di akhir siang, jelaslah bahwa kejadian sore itu berbeda dari biasanya, dan pesan-pesan bernada putus asa beredar di Facebook, meminta doa bagi keselamatannya.

Sumber :

http://www.washingtonpost.com/lifestyle/style/serpent-handling-pastor-profiled-earlier-in-washington-post-dies-from-rattlesnake-bite/2012/05/29/gJQAJef5zU_story.html

Siapa Berikutnya?

 

 

 

Iklan